Di Balik Sihir Kertas dan Obsesi Ubermensch: Menemukan Kembali Insan Kamil di Tengah Dehumanisasi
Oleh: Muamar Anis
Pernahkah Anda berpikir mengapa selembar kertas bisa mengatur hidup, mati, dan martabat manusia? Dari meja warung di Siasem, saya mencoba merunut kembali jejak ini. Semuanya bermula dari seorang pedagang teh bernama Zhang Wei di era Dinasti Song..."
| Secarik Kertas dan Robot-Robot Bernafas |
Setelah kemarin di Warung membahas "Nietzsche Masuk Pesantren", pandangan saya tertuju pada seorang sahabat di pojok meja. Ia mengeluarkan uang kertas yang dilipat sekecil mungkin, terselip di saku celananya yang kucel, tampak susah payah ia mengeluarkannya.
Saya mendadak teringat sejarah seribu tahun lalu. Dulu, seorang pedagang teh bernama Zhang Wei berdiri di tepi Sungai Min, Sichuan. Di tangannya ada Jiaozi—selembar kertas tipis dengan lukisan rumit bernilai seribu koin tembaga. Tanpa Zhang Wei sadari, selembar kertas itu adalah "janji" yang kelak berevolusi menjadi sihir moneter modern yang mendominasi dunia.N
amun, masalahnya bukan hanya soal ekonomi. Ini soal Dehumanisasi. Saat nalar kita sudah tersihir oleh angka, kita kehilangan kemanusiaan kita. Di sinilah saya membawa Sartre, Machiavelli, hingga Nietzsche ke dalam satu meja diskusi yang tidak biasa.
Apa jadinya jika sang Ubermensch tidak berakhir sebagai diktator, melainkan sebagai insan yang bersimpuh di depan Cahaya Ilahi? Apa jadinya jika Sartre melangkah ke Ka'bah?"
________________________________________________________________________
"Ingin membedah nalar ini lebih dalam? Saya sudah menyusun audit lengkapnya dalam risalah 'Sihir Kertas & Obsesi Ubermensch'. Risalah ini adalah upaya saya melawan arus dehumanisasi melalui kacamata Geometri Langit."
[ KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA RISALAH LENGKAP (PDF) ]
https://karyakarsa.com/Mistiscismfils/sihir-kertas-amp-obsesi-ubermensch

Tidak ada komentar:
Posting Komentar